Monday, November 17, 2014

Misteri Mesin Check Lock

“silahkan cobalagi..” adalah suara yang mampu menggemparkan seisi ruangan kantor pagi ini. Ya, suara yang datang dari mesin check lock pegawai yang letaknya persis di sebelah kiriku, hanya berjarak beberapa jengkal. Suasana kantor yang awalnya dipenuhi canda tawa dan gurauan para karyawan mendadak hening. Sorotan mata yang awalnya tersebar ke penjuru ruangan beralih kearahku. Aku tetap memasang wajah coolku, tanpa perduli rasa takut yang mulai menghinggap di perasaan teman-teman lainnya. Bagaimana tidak, mesin itu berbunyi sendiri tanpa ada aktivitas dari manusia, tanpa ada sentuhan jari tangan manusia. Sebenarnya aku merasa takut, namun aku hilangkan semua perasaan itu. Aku lirik jam tangan casio milikku, jam masih menunjukkan angka ke sepuluh pagi, tak mungkin setan berkeliaran sepagi itu, mungkin mereka masih asik tidur. Terus siapa dia?

“silahkan coba lagi..” untuk kedua kalinya suara itu terdengar. Hanya selang beberapa menit dari suara yang pertama. Perasaanku yang awalnya tenang mendadak gelisah, bulu kudukku juga mulai berdiri, ayat-ayat al-qur’an yang awalnya aku baca dengan jelas mendadak tak beraturan, entah kenapa saat itu aku merasa lupa akan ayat Al-qur’an yang sudah jela-jelas aku telah menghapalnya. Nafasku memburu. Aku melirik kesamping kiri kanan teman-temanku, berharap salah satu dari mereka melihatku. Namun apa yang aku temukan?, mereka menatap kosong ke arah komputer didepan mereka, ya aku tahu mereka juga ketakutan. Apa aku harus memecahkan keheningan ini dengan suara cerewetku? Atau aku harus berbicara konyol agar gelak tawa terdengar?. Aku tak sanggup melakukan itu semua, lidah ini terasa keluh.

Brum.. bunyi motor parkir didepan kantor, Alhamdulillah Pak Bos datang. Perasaanku mulai sedikit mencair, berharap dengan adanya Pak Bos situasi kembali normal. Dan memang benar, sesampai dirungan karyawan Pak Bos menyampaikan pesan penting yang mamp umembuat seisi ruangan pecah kembali.

Pak Bos : “ Lukman, tolong nanti panggilkan teknisi mesin yang waktu itu jual mesin check lock. Check Lock didekat meja Chika rusak itu”

Alhasil, seiri ruangan riuhh. Ada yang tertawa terbahak-bahak, cerita ke Pak Bos. Lain halnya dengan aku, aku merasa dongkol. Ingin sekali aku melesat kedasar bumi karena malu dengan diriku sendiri. Aku yang untuk pertama kalinya malu denganinsting negative yang pernah tercipta seumur hidupku. Semoga tidak terulang.  

No comments:

Post a Comment